Wedalwergi Obrak-abrik Pergelaran Wayang

DENPASAR, Padepokan Wayang Topeng Asmoro Bangun dari Pakisaji, Kabupaten Malang, dijadwalkan tampak pada Pesta Kesenian Bali (PKB) dengan membawakan lakon Panji Udonowongso, di Denpasar, 19 Juni. smart detox

Humas Padepokan Wayang Topeng Asmoro Bangun, Henri Nurcahyo, di Denpasar, Rabu (17/6), menyampaikan kalau grup itu bakal tampak di Art Center, Denpasar, pada jam 15 : 00 Wita, manfaat menyemarakkan pesta kesenian tahunan di Pulau Dewata itu. Lakon yang ditulis serta disutradarai Suroso ini dibawakan oleh 20 orang. Ini adalah kehormatan untuk kami lantaran kesenian tradisional asal Jawa Timur dapat tampak di PKB yang telah populer sampai ke luar negeri, tuturnya.

Pengamat seni itu menerangkan narasi Panji Udonowongso itu diawali dengan adegan tokoh Wedalwergi, seseorang putri raksasa yang menginginkan mengawini Panji Inukertopati. Dengan semua langkah, ia lalu menculik Dewi Sekartaji, istri Panji, serta dibuang ke rimba. Tiba-tiba sang Panji terperanjat lantaran Dewi Sekartaji mempunyai banyak bercak di sekujur badannya. Lalu diumumkan pada rakyat bagaimana langkahnya mengobati sakit sang dewi, tuturnya. Padahal, kata dia, Dewi Sekartaji itu bukanlah yang asli, tetapi penjelmaan dari Wedalwergi yang memanglah berambisi untuk bersanding dengan Panji.

http://www.himmelbauer.info/blog/uncategorized/pengin-vasektomi-serta-tubektomi-gratis-silahkan-ke-solo/

Di tengah keprihatinannya, Dewi Sekartaji asli yang dibuang ke rimba ditolong dewa serta dirubah wujudnya jadi seseorang kesatria bernama Panji Udonowongso yang mempunyai profesi dalang wayang ruwatan. Panji Udonowongso dengan media pergelaran wayang ruwatan lakukan pengobatan di beberapa tempat. Disuatu pertunjukan, Dewi Sekartaji palsu (Wedalwergi) tersulut emosinya, serta geram lantaran terasa disinggung oleh narasi wayang yang tengah dipergelarkan, tuturnya.

Akhirnya pergelaran diobrak-abrik oleh Wedalwergi serta munculah karakter aslinya kalau dianya yaitu seseorang raksasa yang mempunyai karakter tak baik. Menurut Henri yang juga bekas wartawan itu, inti narasi wayang topeng itu yaitu memberi pendidikan moral pada orang-orang kalau tiap-tiap keburukan itu pastinya akan tampak serta bakal terkalahkan oleh kebaikan.

Sharing is caring: